Menurut Kantor Berita ABNA, Jan Eliasson di akun Twitternya seperti dikutip The Independent, Senin (12/4/2021) mengatakan, "Sungguh mengherankan sabotase ekstrateritorial dan tindak kekerasan menjadi hal yang biasa, bahkan diterima oleh sebagian negara."
Ia menambahkan, "Perundingan nuklir Iran sedang berada pada tahap sensitif, sekarang tidak ada tempat bagi provokasi atau hukum rimba. Semoga kepala dingin dikedepandakan di semua sisi."
Juru bicara Uni Eropa, Peter Stano, hari Minggu juga merespon insiden di fasilitas pengayaan uranium Natanz. Ia mengatakan, Uni Eropa terus mengikuti perkembangan insiden di Natanz dengan "cemas". (HS)
342/